Adik tiriku kira aku pacarnya, baru sadar kalau tenggorokanku dientot habis-habisan!
Dia menghubungiku berpikir aku adalah pacarnya. Saya tidak mengatakan satu kata pun. Topeng itu menyembunyikan wajahku dan kebenaran. Ruangan itu gelap, ketegangan tebal, dan saya membiarkan kesalahan terjadi. Setiap sentuhan terasa dilarang. Setiap detik membuatnya sulit untuk berhenti. Dan ketika dia akhirnya menyadari siapa yang benar-benar di belakang topeng, kerusakannya sudah dilakukan. Beberapa garis tidak seharusnya dilewati. Kami melewatinya pula. Bertopeng. Diam. Tidak ada jalan kembali.